the Rhythm of My Life

every notes, tones, and melodies in my life. -Airhythm
Recent Tweets @khairinairi
Who I Follow

Mau cium mbooooooo~~~~~ aaaaaaaaa makasih birthday giftnyaaaaa!!! Suka bangeeeeettttt!!! Akhirnyaaaa setaun pacaran diromantisin juga sama si Muhammad Hilmy.. *terharu* :’D with Muhammad – View on Path.

Akhirnya yang ulang tahun keluar kandang :’) – at Spesial Sambal Waroeng (SS) with Muhammad – See on Path.

A lil-simple surprise for the birthday boy :* thx to Merry, Bapak, temen temen boyo, dan Tante :)
Makasih banget juga buat Teh Yurie dan Mas Peto yg udah direpotin pas cari kado kemarin :D with Yuritsa and Muhammad – View on Path.

Happy Birthday sayaaaang…. May all your dreams come true. Be a good man, a best man for your family, friends, me, and also all the people who loves you. Love you darl. All the best wishes for you :* with Muhammad – View on Path.

Bath-tub-ing little me – View on Path.

Sanggup terucap,
seakan wajah mampu menghadang angin
emosi memuncak,
seakan mampu memecah badai

Semakin jauh melangkah,
semakin samar dan pekat
aku tahu ada pelangi di ujung sana
namun beban ini berat sekali
bintang yang biasa menjadi tempatku berbagi
kini meredup hampir hilang
mungkinkah ia akan bercahaya lagi?
bercahaya dan temani aku lagi?

Aku ingin berlari,
berlari secepatnya mencapai cahaya
namun kakiku tenggelam,
tenggelam ditelan lumpur yang pekat
rasanya ingin singgah sebentar
namun di manakah tempat untuk singgah?

Mungkinkah aku mencapai cahaya?
jika sampai di sana,
mungkinkah jalan ini akan terlihat indah?
mungkinkah aku harus sampai di sana,
tanpa bintang?

Kemanapun kita melangkah,
akan selalu bertemu dengan persimpangan
sejauh apapun kita melangkah
seindah apapun perjalanan kita
akan selalu ada persimpangan
di mana kita harus memilih salah satu cabangnya

Sesaat sebelum ku tiba di sini sangatlah indah
langkahku ringan dan pasti
seakan ku yakin akan apa yang ada di depan sana
namun ternyata pandangan itu hanyalah harapan
semua keindahan membuatku lupa akan masa depan adalah sebuah rahasia, rahasia yang hanya Ia yang tahu

aku tertawa, kemudian ku terjatuh
ketika ku mengangkat kepala,
baru ku tersadar
ada persimpangan di hadapanku
rasanya persimpangan ini luput dari pandanganku sebelumnya
tubuhku terluka ketika aku terjatuh tadi
ada tetesan darah yang mengalir ke luar
sakit, namun kemudian aku berdiri

aku melihat pada satu cabang jalan
aku melihat jalan yang gelap, gelap dipenuhi kabut,
namun samar-samar dapat kulihat jalan yang sedikit mendaki
kulihat tubuhku, kuatkah tubuhku untuk berjalan mendaki?
namun hatiku bertanya apakah yang ada di puncak sana?

kemudian ku lihat cabang yang lain
aku melihat jalan yang tampak mulus,
dan aku melihat sebuah rumah tak jauh dari persimpangan
rumah yang nampak asri, dan nyaman untuk disinggahi
mungkin aku bisa singgah sementara untuk sembuhkan lukaku
namun tak dapat ku lihat lagi jalan setelah rumah tersebut
apakah buntu atau tidak, tak terlihat apa-apa.

lalu ke manakah aku harus berjalan?